CALL ME ON WA 081237878408

Sabtu, 12 November 2011

cerita penuh nikmat apalagi dibaca petani

Kisah bagus, pengabdian anak kepada seorang bapak :D Seorang petani Aceh dari sbuah kampug terplsok, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Nusa Kambangan karena dituduh terlibat Gerakan Aceh Merdeka.

Bunyinya: "Hasan, bapakmu ini sud...ah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yg mau bantu bapak mencangkul kebun jagung ini?"


anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. "Demi Tuhan, jangan cangkul itu kebun, saya tanam senjata di sana," kata si anak dalam surat itu.


Rupanya surat itu disensor pihak rumah tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, dtg satu peleton tentara dari kota Medan. Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun jagung dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tsb.


Setelah mereka pergi, kembali si bapak tulis surat ke anaknya. "Hasan, setelah bapak terima suratmu, datang satu peleton tentara mencari senjata di kebun jagung kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus bapak lakukan sekarang?"


anak kembali membalas surat tersebut, "Sekarang bapak mulai tanam jagung aja, kan udah dicangkul sama tentara, dan jgn lupa ngucapin terima kasih sama mereka."


Pihak rumah tahanan yang menyensor surat ini langsung pingsan ....... :-)


-HIDUP PAK TANI-

Kamis, 10 November 2011

soal ulangan UMUM tkj x SMK GP, TEAD

LINK SOALNYA BISA DI DOWNLAD DI SINI

soal ulangan bilangan biner tkj x SMK GP

berbagaimacam contoh soal dan cara pemecahannya
bisa di download di sini

Selasa, 08 November 2011

kumpulan cerita-cerita menarik penuh motivasi

Kutipan Purana ini (maaf lupa namanya) tiyang persembahkan kepada para wanita, istri/cln istri, sbg penghormatan atas sgala deritanya.

Phalaning Pati Brata.

Om Saraswati Jaya.

Seorang istri yg tdk pernah alpa menunaikan swadarmanya. Beliau dg setia menuntun suaminya yang buta, sepulang dr sebuah kuil pemujaan. Kegelapan telah menyelimuti seluruh palemahan komplek pasraman, di mana sang brahmana buta tinggal. Sepi samun. Sesekali terdengar suara kresek, ktika kaki sang brahmana buta tanpa sengaja menginjak daun kering. Tangan sang istri hangat menggenggam lengan sang suami.

Di sebuah kelokan, brahmana buta itu mendadak berhenti, karena beliau merasa menginjak sepasang kaki, lalu disusul suara mengaduuuhhh. Dalam cengraman sepi dan rasa bersalah, terdengar kutukan: " Besok, ketika matahari terbit, orang yang menginjak kakiku..... m a t i ...." Gelegar suara kutukan itu membuat tungkai kaki suami istri itu lemas lalu ambruk ke tanah. Lengan sang suami lepas dr genggaman sang istri. Sang brahmana buta meraba-raba mencari kaki yg terinjak tadi. Sang istri bergetar hatinya, sungkab bulu kuduknya. Sambil terus mencari lengan sang suami. Gelap malam seakan tak peduli. Di jurang rasa takut dan sedih, dari mulut sang istri brahmana buta, keluar kalimat lantang bergetar mengoyak tirai sepi: " Kalaulah.....demikian...halnya, m a k a ....besok ....m a t a h a r i .....t i d a k ...a k a n ...terbit." Dalam pelukan gulita keduanya dapat saling berpegang tangan. Sang brahmana buta mencoba mengusap rambut istrinya lalu bertanya " Ibu, apakah yang akan terjadi besok...? Si istri menyaut " aku tidak tahu".

Bertahun-tahun dunia dicengram kala rahu. Dewa Surya tidak mampu lagi menahan beratnya beban malam. Dewi Candra mukanya keriput karna tidak ada waktu bersalin rias muka. Lalu para dewa menhadap Brahma yang Agung. " Ampuni kami wahai Maha Pitha, apakah yg terjadi dg dunia...??? Dewa Surya menjadi bungkuk menanggung beratnya gelap. Dewi Candra demikian menderita. Semua mederita karena perputaran waktu berhenti. Anugrahi kami petunjuk". Dewa Brahma menjawab: "Rsi Durwasa telah mengutuk seorang brahmana buta. Lalu istri si brahmana mencoba melindungi suaminya". "Lalu apa masalahnya, wahai maha Dewa ? Bukankah engkau telah menetapkan bahwa kutukan Rsi Durwasa tdk dapat dibatalkan ?? Dewa Brahma menjawab " Benar seperti itu. Tetapi Pati Brata (kesetiaan/pengabdian seorang istri) juga tidak boleh tidak dihormati. Ketika para wanita mengeluarkan kekuatannya sbg hasil tapanya, apa yang dapat kita (laki-laki) perbuat ?? Mendengar penjelasan Dewa Brahma, para dewa bengong tak tahu apa yang mesti diucapkan. Maha Dewa lalu melanjutkan " Begini anak-anakku, Aku juga tidak boleh membiarkan dunia dalam derita. Akan aku tugaskan Dewi Wagiswari mengurus istri brahmana itu".

Di sekitar suami istri brahmana itu bersimpuh, menjadi terang ketika Dewi Saraswati berdiri sambil tersenyum. Namo stuti wahai dewi, telah berkenan hadir... Demikian kata sang istri sambil bercucuran air mata. Dengan senyum welas asih sang Dewi memberkati sang isteri brahmana. " Wahai wanita utam, aku datang untuk meminta kasihmu, biarkan Dewa Surya menjalankan darmanya. Dunia ciptaan ini tak sanggup lagi menahan derita tanpa matahari. Karna semuanya bergantung kepada Dewa Surya.
"Ampuni hamba wahai Dewi yang agung, hamba hanya menjalankan tapa hamba, yaitu melindungi suami hamba yang buta ini". Aku mengerti. Aku berjanji akan menghidupkan suamimu, sedetik setelah kutukan Rsi Durwasa terjadi. Engkau tak perlu ragu" KepadaMu wahai Dewi yg Bijaksana kami serahkan hidup kami.....

Terjadilah seperti kehendak Dewi Saraswati. Matahari terbit sebagaimana mestinya. Brahmana buta itu hidup sedetik kemudian. Alam normal kembali. Suami-istri mulia itu kembali melanjutkan tapanya masing-masing.

Om santhi...santhi...santhi...

Sabtu, 24 September 2011

penyemangat hidup

minggu,
seminggu sudah ku duduk disini
meninggalkan anak istri
hanya untuk mencari sesuap nasi
kadang ada kadang tak berisi
ku tak pernah tahu pasti
berjuang terus mengejar mimpi
dengan dukungan mu sang istri
ku kan trus mengisi
lembaran-lembaran hari-hari
untuk membahagiakan kalian suatu saat nanti
walaupun ku tak berani
untuk berjanji kapan itu kan pasti
 
 
All Right Reserved - life is hard
Design by PANDE_RIO | Powered By Blogger.com