CALL ME ON WA 081237878408

Selasa, 23 Juli 2013

ARTIKEL LENGKAP TENTANG LINUX OPENSUSE

Panduan mengenai setup dan administrasi OpenSUSE ini dimulai pada tanggal 10 Juli 2007. Sebagian link mungkin belum berfungsi, namun secara bertahap akan terus dilengkapi. Jika kamu mau ikutan bergabung untuk menambahkan isi panduan, silakan hubungi maintainer blog Komunitas OpenSUSE Indonesia. Kontribusi rekan-rekan pengguna OpenSUSE sangat kami hargai.
Berikut adalah panduan list yang sudah dan akan terus dilengkapi (terima kasih pada DagoNDesign yang sudah membuatkan plugin DD-List-Sub-Page yang berfungsi dengan baik) :

Sumber :   http://opensuse.or.id/panduan/

Membuat Repositori Lokal OpenSUSE

Untuk membuat penggunaan OpenSUSE jauh lebih mudah, kita dapat membuat repositori lokal untuk OpenSUSE. Repositori ini tidak hanya berupa DVD Repositori melainkan juga bisa dalam bentuk DVD Instalasi atau CD Instalasi. Apa saja keuntungannya ? Berikut adalah beberapa diantaranya :
  1. Lebih mudah diakses. Tidak perlu menyimpan, memasukkan dan mengeluarkan CD/DVD
  2. Lebih cepat diakses. Kecepatan akses harddisk lokal jauh lebih cepat dibandingkan akses CD/DVD
  3. Dapat diakses via jaringan baik intranet maupun internet
  4. Bisa diakses dengan berbagai macam protokol, baik http, ftp, samba maupun NFS
  5. Dapat dijadikan sebagai media untuk instalasi via jaringan atau internet
Bagaimana cara membuat repositori lokal OpenSUSE ? Mudah sekali kok. Berikut ini adalah langkah-langkahnya :
  1. Buat suatu folder. Untuk diakses langsung via komputer yang bersangkutan, bisa dibuat dalam folder /home/namauser. Untuk akses via jaringan, gunakan folder yang sesuai. Akses via web (http) misalnya, membutuhkan folder dibawah /srv/www/htdocs. Untuk ftp, NFS atau Samba, silakan disesuaikan dengan folder yang ada
  2. Copy semua isi DVD kedalam folder tersebut
  3. Tambahkan repository resources . Bisa menggunakan YAST | Installation Source atau menggunakan konsole dengan perintah sebagai berikut :
  4. ?
    1
    zypper sa alamat-folder-repositori namarepositori
  5. Misalnya, jika nama folder adalah /home/vavai/repo10-3 maka perintahnya adalah
  6. ?
    1
    zypper sa /home/vavai/repo10-3 repolokal

Menambahkan Repositori OpenSUSE

Kita dapat mengubah maupun menambahkan repositori yang dijadikan sumber bagi instalasi software untuk OpenSUSE dengan cara mudah. Tersedia berbagai macam protokol untuk sumber instalasi ini. Jika menggunakan repositori yang ada pada internet, protokol yang umum dipakai adalah http dan FTP.
Repositori tambahan ini diperlukan biasanya jika kita ingin menambahkan library atau software yang tidak disertakan pada CD/DVD utama, misalnya dukungan untuk MP3 yang berlisensi propietary, Flash Player, Java, Acrobat Reader dan lain-lain.
Berikut adalah cara menambahkan repositori pada OpenSUSE. Contoh yang digunakan adalah repositori Packman yang beralamat pada http://ftp.uni-erlangen.de/pub/mirrors/packman/suse/10.2 :
  1. Buka YAST
  2. Pilih Software | Installation Source
  3. yast-software
  4. Pilih Add
  5. yast-software2
  6. Pilih protokol yang digunakan, dalam hal ini http.
  7. yast-software3
  8. Masukkan isian sebagai berikut :

    Server Name : ftp.uni-erlangen.de
    Directory on Server : /pub/mirrors/packman/suse/10.2
  9. yast-software4
  10. Klik Next hingga Finish
Berikut adalah daftar repositori utama yang sering dipakai :

Instalasi OpenSUSE Menggunakan CD/DVD

Setelah mendapatkan CD/DVD OpenSUSE, kita dapat melakukan proses instalasi OpenSUSE dengan mudah. Yang diperlukan hanyalah mengubah proses boot agar komputer melakukan proses booting dari CD/DVD.
Proses instalasi OpenSUSE sebenarnya sangat mudah dan hanya memerlukan campur tangan kita pada beberapa proses saja. Sebagian besar pilihan dapat langsung kita terima, kecuali kita ingin melakukan beberapa perubahan.
Salah satu proses yang membuat pengguna baru OpenSUSE merasa bingung adalah proses pembuatan partisi. Banyak yang mengeluh data yang ada pada komputernya hilang karena salah membuat partisi.
Jika anda menggunakan harddisk yang sudah berisi data, lakukan backup data terlebih dahulu. OpenSUSE tidak akan merusak data kecuali kita yang salah memberikan perintah.
Partisi pada Linux sebenarnya hanya butuh 2 partisi, yaitu root partisi (/) dan partisi swap. Jika ingin melakukan instalasi pada Server dengan beban yang cukup banyak, kita bisa memisahkan partisi-partisi penting kedalam beberapa disk. Kita bisa membuat partisi khusus untuk /home, partisi khusus untuk /opt, /home dan lain sebagainya.
Bagi pengguna pemula, silakan gunakan partisi /, swap dan /home. Jika ragu pada besar partisi, gunakan partisi terbesar untuk /, berikutnya untuk /home dan sisanya untuk yang lain. Semua bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Secara default, partisi swap biasanya sebesar 1.5 Kali besar RAM.
Untuk pemilihan desktop manager, OpenSUSE menyediakan pilihan KDE, Gnome, Text Mode dan Base Graphics. Jika ingin membangun sebuah server berbasis OpenSUSE, pilihlah Text Mode. Pilihan ini akan memastikan bahwa hanya sistem dasar yang diinstalasi. Kerugiannya, anda tidak memiliki tampilan GUI.
Bagi pemula atau bagi Administrator yang terbiasa dengan sistem operasi Windows, gunakan KDE atau Gnome. Tampilan KDE atau Gnome tidak jauh berbeda dengan tampilan GUI Windows .
Jika menginginkan panduan instalasi OpenSUSE secara lengkap, anda bisa melakukan download file “Tutorial Instalasi OpenSUSE 10.2“. Tutorial ini dibuat oleh rekan Vavai dan menggunakan distro OpenSUSE 10.2.

XTREME DOWNLOAD MANAGER, MANAJER UNDUHAN YANG MULTIPLATFORM

Mau Download cepat,,?
Ada banyak aplikasi manajer download/unduhan di dunia maya yang sangat membantu kita dari yang berbayar maupun yang gratis dan sumber terbuka salah satunya adalah XDM atau Xtreme Download Manager yang berbasis java
download manager ini cukup mudah digunakan dan tidak perlu instalasi ke OS dan bisa digunakan di beberapa OS seperti Linux, Windows dan Mac, tidak hanya itu aplikasi ini pun bisa terintegrasi ke berbagai browser intenet.
biar ga penasaran silahkan unduh aplikasinya di sini dan jangan lupa baca readme yang disertakan agar bisa terintegrasi dengan browser, anda pun bisa datang ke situs resmi XDM
tampilan skrinsutnya
XDM
 
 
All Right Reserved - life is hard
Design by PANDE_RIO | Powered By Blogger.com